Kenapa hariku tak seindah dulu

Rona wajah ku menggelembung bagai buih hitam tak karuan, kadang meluap diterpa air bah menghanyutkan. daun daun berjatuhan seakan tak lagi punya nyali untuk terus kokoh menghiasi ranting pepohonan. tak pernah ku akhiri jeritan dalam lamunan, tak pernah ku hentikan teriakan dalam angan. akankah hari itu kembali hadir mengembalikan sisa usia ku yang hampir usai. aku mulai merunduk, menutup mata , dan mencoba membuang semua angan yang semu, aku mencoba menghadang semua mimpi yang tak mungkin aku dapati. tiba-tiba celah itu nampak jelas di ujung penglihatan ku yang hampir kabur, ku coba singsingkan awan yang menyelimuti relung jiwa ku, dalam redup nya senja, aku mulai merenungi keberadaan ku di hari ini, apakah hari esok masih berpihak pada ku, ah tak usah lagi ku sesali hari ini yang sudah ku lalui, aku harus merajut malam ini, aku harus bersiap mengokohkan sikap ku untuk menyongsong hari esok, aku yakin hari bahagia itu akan kembali hadir seiring keyakinan ku yang tumbuh, berbunga dan berbuah. meski tak lagi ada ujan atau badai, namun tetesan embun itu yang menyirami kegersangan jiwa ini. di penghujung senja itu,, ku lihat wajah ku yang lusuh tak berseri, entah cermin yang salah, atau memang kenyataan di hadapan, aku penuh tanya, aku penuh sapa. akankah ku lalui hidup ini penuh isi, hingga aku bisa mereguk kebahagiaan itu hingga hari terakhir ku menginjak bumi, hingga detik terakhir ku menatap langit, hingga hela nafas ku yang terakhir sebelum aku menutup mata yang terakhir…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: