setetes embun pagi

Ayam itu belum selesai berkokok, ketika ku buka perlahan mata ini.berat juga rasa nya bangu di pagi hari gerutu hati ini sambil ku tarik selimbut yang membelai ku begitu mesranya, terektek dek tulang rusuk ini terasa pegal mendera. hela nafas pun makin memburu ketika dingin menelusup di pori-pori. uh dingin sekali air pagi ini.

ke we lanjutin ah aya kang Firman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: