Semua kembali pada-MU

Banyak orang menganggap bahwa musibah adalah hal yang menyakitkan,menyedihkan bahkan di anggap sebuah penderitaan.tapi bagi orang yang yakin akan kasih sayang Allah,musibah merupakan salah satu bukti kasih sayang Allah pada hamban-Nya.Berbagai musibah yang menimpa diri kita akan menjadi sebuah kenikmatan jika di hadapi dengan ikhlas dan penyerahan sepenuhnya kepada sang pemberi musibah,namun sebalikya;musibah akan menjadi suatu malapetaka yang mengerikan ketika kita muram durja dan berburuk sangka kepada sang pemberi musibah itu.apa pun musibahnya,jika di hadapi dengan lapang maka akan menjadi sebuah kenikmatan yang luar biasa.

Beberapa waktu yang lalu,tepatnya akhir penghujung tahun 2008 musibah itu silih bergati singgah di keluarga ku,mulai dari penyakit ibu yang kambuh tak kenal waktu hingga harus bolak-balik rumah sakit,kemudian di susul oleh kakak ku yang pulang dari batam dan membawa oleh-oleh penyakit malaria dan lagi-lagi harus berbaring di ruang plamboyan RSUD Garut,belum usai kedua pasien tadi: di susul kabar keponakan ku yang di larikan ke rumah sakit karena radang paru-paru akut,hanya 3 hari di rumah sakit,tepat di hari jum`at ketika Adzan Dzuhur di kumandangkan,sang malaikat kecil pun menghembuskan nafas terakhir di pelukan sang ibu yang lelah dan cemas.,….(Innalillahi wainna ilaihi rooji`uun).Bukan untuk menguntai musibah,tapi ini memang harus saya ceritakan….he he, hari ini kabar duka pun kembali menyapa ku,Bapak yang berprofesi sebagai penyadap aren tertimpa dahan pohon aren,belum sempat aku tahu apa yang cindera,namun yang pasti katanya gak bisa bergerak,seluruh tubuhnya kaku hingga tak kuasa untuk sekedar berdiri untuk menunaikan Sholat 5 waktu.aku  mulai gelisah dengan semua itu,bukan karena tidak ridlo,namun aku merasa sangat bersalah karena belum bisa berterima kasih kepada beliau.seharusnya di usia yang senja itu bapak sudah istirahat dan menikmati kasih sayang anak-anak,namun kenyataan nya lain,tubuhnya yang ringkih tetap harus berjuang mengais rejeki memanjat pohon demi pohon aren yang menjulang tinggi,tak kenal lelah tak kenal letih,tak terhalang hujan tak terhenti panas,beliau tetap bergerak untuk sebuah harapan memdapat rezeki halal hasil dari keringat sendiri.Tak banyak yang dapat  ku lakukan selain do`a yang di panjatkan”semoga Allah memuliakan,menempatkannya di tempat yang terbaik dan di berkahi di sisa usianya” . Aku sangat berutag budi kepada keduanya,namun apalah arti rasa terima kasih ini di banding segala jasa nya, Aku tak sanggup membalas semuanya. Namun aku begitu yakin bahwa Engkau maha adil dan Maha sempurna, semua ku kembalikan pada-MU yaa Rabb….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: