Senja

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Comic Sans MS”; panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Lembayung merona mengantar senja tapi belum mampu menyibak tirai malam,cahaya merak memancar mewarnai alam sore yang dahaga, angin lembut berdesir menggelitik menyapa insan gerah tak berkesudahan.hati kami seakan berapi menyala di hari yang hampir gelap.Suara Adzan berbisik di ujung telinga meresap di pori-pori merambat melalui urat nadi hingga menusuk tajam dalam hati melukai rasa yang kian berirama.lampu patromak telah menyala dan masjid-masjid gegap gempita dengan lantunan Sholawat dan Puji-pujian yang menggema merambah Sukma. Ada kekuatan yang selalu kami dapatkan dimana jiwa-jiwa berserah pada yang Kuasa,kening-kening bersujud memohon ampun atas segala kesalahan yang dilakukan selama 8 jam di hari ini,kepala-kepala yang angkuh kini tertunduk malu di hadapan Sang pencipta dan Raja Kegelapan malam, semuanya lirih dan merintih memohon perlindungan atas segala kejahatan malam seraya berharap memperoleh kesempatan bertemu matahari di esok pagi.tak ada seorang pun yang berkekuatan kecuali Dia yang menggantikan terangnya siang dengan gelapnya malam,yang menukar Panasnya matahari dengan Sejuknya bulan dan indahnya Bintang-bintang.tiada yang paling berkuasa kecuali Dia yang menidurkan di malam hari dan membangunkan kembali di siang hari.tiada yang paling Adil kecuali Dia yang maha membuka pintu taubat bagi hamba yang berdosa serta melipatgandakan pahala atas segala kebaikan yang di lakukan.tiada yang lebih dekat kecuali dia yang mendegupkan jantung,mengalirkan darah dan mengatur kedipan mata,Dialah Allah yang memiliki Segala CINTA.

Semantara angin mendesir menggelitik mesra di antara kicauan burung pagi yang nakal, mentari di upuk timur menatap tajam menjatuhkan embun-embun yang beranjak pergi seakan takut dengan hari yang mulai Gempita dengan irama petikan jemari Tuhan lewat mahluk alam yang menderu meneriakan keangkuhan. Mereka besiap untuk bertaruh memperoleh keutamaan 12 jam di hari ini.Cahaya matahari pun kini sempurna dengan sisa cahaya bulan sempurna malam tadi, pematang-pematang, sawah-sawah, ladang-ladang, dan gunung-gunung semuanya tersenyum dan melambai untuk segera di makmurkan.

2 Tanggapan to “Senja”

  1. Assalamu’alaykum…

  2. Keren kang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: