renungan

curat-coret

Pagiku datang tak seindah bunga mekar

Mentari kembaki menyapa pagi,perlahan ku hela nafas. berat rasannya ku arungi hari ini,entah lah…di saat orang-orang berlomba mengawali hari dengan berbagai aktifitas aku tak tahu apa yang akan ku persembahkan untuk hari ini. melepas penat kuraih remot kontrol, k pijit tombol power dan ku saksikan berita pagi yang tak jauh dari Narkoba, banjir, longsor, tawuran, bentrokan, penjualan anak, kemacetan, unjuk rasa, hingga penyelewengan agama, terlebih korupsi sang aktor pemerintah. semuanya menjadi santapan hangat pemirsa di pagi, siang, sore dan malam hari. siapa yang salah dengan semua ini? apakah saya yang hanya bisa heh dan berkomentar tanpa memberikan solusi? atau kita dan kami semua yang sadar atau tidak telah melepas nilai-nilai yang semestinya ada dalam diri kita, dimana nilai itu? kita msih bisa tertawa riang dan berleha2 di saat masih banyak saudara kita yang tertindas, kita belum mau bersyukur dengan keadaan kita di saat seorang bayi terlahir tanpa batok kepala, jantung di luar, tak beranus, usus terurai hingga kembar siam yang memilukan, belum lagi para pejabat yang masih bisa lelap dalam mimpi berselimut kemegahan sementara masih banyak rakyat yang tergolek di trotoar, di bawah jembatan, lorong-lorong kota, atau berdesakan di tempat pengungsian, dimana nilai kemanusiaan itu, disaat masih banyak rakyat yang menangis pilu karena kelaparan, bersedih karena di gusur tanpa solusi, atau masih mengantri dengan BBM dan bahan makanan. dimana nilai itu, di saat hukum laksana pisau tumul ke atas tajam ke bawah.dimana nilai itu di saat media, majalah, VCD dan DVD porno masih di jual bebas di emper2 dengan sasaran empuk anak2 dan remaja, padahal di negara liberal sekalipun media yang berbau pornograpi hanya di jual di tempat2 tertentu dengan konsumen 18 tahun keatas itu pun harus menunjukan SIM atau KTP, kenapa indonesia seperti INI? mari kita renungkan….

Satu Tanggapan to “renungan”

  1. Pemimpin adalah cerminan dari yang dipimpinnya.

    Yuk urang tingkatkeun kualitas diri pribadi. Urang Ngaos, urang kaji diri pribadi.Urang bina sadaya anggota kulawarga.urang soson soson dakwah kanu sanes.Mugia akhirna janten sapertos ombak anu nyapu sagala kamungkaran di nagara nu dipikacnita ieu…

    Allahu akbar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: