Purnama Al@m
“Ketika ku buka mata ini, betapa bahagianya aku.karena cahaya itu masih menyinari ku”
Hari itu Rabu 29 oktober 2008,hujan tak kunjung reda dari selasa sore.padahal hari ini ada beberapa agenda yang harus aku kerjakan termasuk aktifitas di luar.waduh mudah-mudahan esok pagi nanti hujan ini reda,pikir ku.seperti biasa selepas Sholat subuh ku bikin se cangkir teh manis lalu meminumnya hingga terasa hangat merambat di tenggorokan,mampir di dada dan terus berjalan di antara usus-usus yang masih kosong,sejenak mataku terpejam menikmati anugrah yang tak ternilai itu,bukan hanya karena teh nya yang enak tapi karena lidah ku masih bisa mngecap dan seluruh tubuh ku masih dalam keadaan sehat wal`afiyat.Alhamdulilla ucap syukur atas MU Rabb.
Sambil dengerin Mq ku buka Alquran,beberapa ayat ku baca hingga aku lupa entah dimana,ntah terbuai nikmatnya teh yang baru saja di reguk,entah karena peraduan yang tengah membelaiku.Diantara gunung-gunung yang kering kerontang aku berlari mengejar yang tak pasti,aku merasakan haus yang begitu dahsyat,terlihat dari kejauhan gumpalan dan debur ombak yang menggulung berlarian.aku terus melangkah mendekati gumpalan itu sambil tak kuasa menahan haus yang teramat sangat,tapi entah kenapa semakin aku mendekat,gumpalan itu seakan menghindar dari ku bahkan begitu seterusnya hingga tak terasa aku sudah berada dianatara orang-orang yang tak punya mata,kaki,tangan,mulut dan entah lah aku tak mengerti.aku merasa paling sempurna di antara mereka semua,sedikit aku mengusung dada walau ketakutan mendera jiwa,aku berteriak meminta tolong,biarlah aku terbawa arus ombak atau berada di tangah gunung yang kerontang tadi dari pada harus berada di tengah-tengah mereka yang nampak menakutkan,kuperhatikan mereka sekali lagi,nampak seorang ibu dengan renta nya melambaikan tangan pada ku,aku sedikit terkejut karena wajah itu seperti tak asing bagi ku,namun aku kembali mengerutkan dahi,tapi”munginkah dia?”.aku menggeleng bukan, itu memang bukan dia. bukaaaaaaaaaaan, hah aku baru sadar kalo aku baru saja bermimpi, “ketika perlahan ku buka mata betapa terkejutnya aku,karena jam sudah menunjukan pukul 10 tepat,aku segera bangkit sambil rucang-riceng,lalu ku buka sela gordeng uuh betapa malu nya aku karena sang mentari sudah lama menunggu ku,, “tunggu bentar ya matahariku jangan biar kan hari ini meninggalkan ku”
mimpi 08
November 15, 2008 pada 1:32 am
mana kasi koment dunkk
muni sararepi,jiga jengkol kolot wae
November 16, 2008 pada 1:26 pm
sarekeun deui sugan bae ngimpen deui,ngeteh deui….Sip!
Desember 5, 2008 pada 9:39 am
asslamu’alaikum…..
koko kumaha kabarna????
Desember 6, 2008 pada 10:17 pm
alhamd sae kang
samulihna??/
Januari 15, 2009 pada 3:16 am
Asw…
salam taaruf…
supaya rame juga ha ha ha
Januari 15, 2009 pada 3:21 am
Asw wr wb..
duh koko … kangen ma ibu ya…
kumaha ibu damang ???